Manfaatkan Kaset dan Kardus Bekas, Siswa Bikin Hiasan Dinding

 Manfaatkan Kaset dan Kardus Bekas, Siswa Bikin Hiasan Dinding

SUKOHARJO – Seluruh siswa siswi SD Muhammadiyah Palur kelas II B membuat karya seni dari bahan-bahan bekas, Selasa (30/01/23).

Wali kelas sekaligus guru pembimbing praktek Bulan Sectio Kriswamdani Suranto, S.Pd mengatakan, praktek pembuatan kerajinan dengan memanfaatkan kaset dan kardus bekas tersebut ditujukan untuk mengasah kreativitas peserta didik dalam mencipta melalui praktek membuat berbagai hiasan salah satunya hiasan dinding.

”Dengan praktek membuat hiasan dinding ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas peserta didik,” katanya

Adapun bahan-bahan yang digunakan diantaranya kaset bekas, kardus bekas, stik es krim, hiasan bunga dan Lem fox. Kemudian langkah-langkah membuatnya:
1. Gunting kardus menjadi bentuk lingkaran dengan diameter 12 cm
2. Gambar pola pada kardus yang membagi kardus menjadi 8 bagian (seperti pecahan per delapan)
3. Lem 8 stik pada garis yang sudah dibuat pada kardus
4. Gabungkan ujung stik, dengan ujung stik lain dengan stik yang sudah dibentuk segitiga, hingga membentuk menyerupai bunga atau matahari
5. Tempelkan kaset bekas ke sisi depan hiasan yang sudah dibentuk menyerupai bunga atau matahari
6. Tempelkan hiasan bunga bunga atau daun untuk memperindah dan mempercantik
7. Hiasan dinding dari stik es krim dan stik bekas sudah jadi dan siap dipajang

Selain itu dengan memanfaatkan kaset, kardus, stik es krim, khususnya bekas sebagai bahan utama diharapkan dapat memberi pemahaman terhadap peserta didik bahwasanya bahan yang menurut orang lain adalah sampah yang tidak dapat digunakan lagi, sebenarnya masih bisa diperbaharui menjadi bahan yang termanfaatkan.

”Dengan memanfaatkan kaset dan kardus bekas sebagai bahan utama pembuatan karya, diharapkan siswa dapat mengerti bahwa sampah dapat didaur ulang menjadi benda berharga dan bernilai,” tambah bulan sapaan akrabnya.

Annissa Nur Hasanah, salah satu siswa kelas 2B mengutarakan, “Awalnya sulit, butuh kesabaran dan harus hati hati soalnya bisa lepas stiknya dan bikin gemes sendiri, tapi akhirnya setelah karyanya selesai perasaannya menjadi senang dan puas,” Tuturnya.

Kontributor, Choerul Anam

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *