PENERAPAN PEMBELAJARAN HUMANISME MELALUI PEMBERIAN MOTIVASI PADA SISWA

 PENERAPAN PEMBELAJARAN HUMANISME MELALUI PEMBERIAN MOTIVASI PADA SISWA

Humanisme berasal dari bahasa latin homo yang berarti manusia, artinya humanis bersifat manusiawi atau sesuai kodrat manusia. Sedangkan yang dimaksud dengan pembelajan humanisme adalah sebuah pembelajaran yang bertujuan untuk memanusiakan manusia. Dalam pembelajaran ini lebih difokuskan pada proses belajar bukan hasil belajar, pada hal ini peserta didik menjadi objek atau sasaran pembelajaran, tujuannya agar peserta didik mampu untuk menggali potensi yang dimilikinya agar dapat diterapkan dalam lingkungannya. Namun, pada realitanya banyak kita temui masyarakat disekitar yang masih minim akan kesadaran pentingnya pendidikan dan pembelajaran, hal ini disebabkan karena dampak negatif globalisasi yang semakin meluas contohnya, pengaruh handphone yang berlebihan akan menjadikan seseorang cenderung beranggapan bahwa pembelajaran itu tidak penting. Oleh karena itu perlunya seorang guru memberikan motivasi belajar kepada siswanya. Lalu, sebenarnya apasih yang dimaksud dengan motivasi belajar ?

Motivasi belajar merupakan proses yang dilakukan untuk menumbuhkan semangat belajar dan memberi arahan kepada individu tertentu. Motivasi belajar sangatlah penting diberikan, karena dengan hal ini siswa dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif yang dapat memberikan gambaran dalam proses belajarnya. Dalam mengimplementasikan pembelajaran humanisme pada pemberian motivasi, banyak pihak yang ikut terlibat di dalamnya, salah satunya adalah guru. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan seorang guru dalam memberikan motivasi :
1.Kebutuhan, ketika seorang siswa merasa tidak sebanding antara apa yang ia inginkan atau cita-citakan dengan kemampuan yang ia miliki.
2.Dorongan, seorang guru harus mampu andil dalam hal ini, guru dapat memberikan semangat dan arahan kepada siswanya untuk melakukan usaha dalam mencapai apa yang di inginkan. Hal ini termasuk dalam kegiatan positif yang bertujuan untuk membentuk mental yang sehat pada setiap diri siswa.
3.Tujuan, dengan dorongan yang sudah diberikan seorang guru, harapannya siswa dapat merealisasikan apa yang ia inginkan.

Selain memberikan dorongan dan arahan, guru juga dapat memberikan reward tertentu kepada peserta didiknya sebagai bentuk apresiasi setelah mencapai apa yang di cita-citakan, hal ini termasuk dalam motivasi belajar agar siswa terus melangkah ke arah yang positif. Oleh karena itu, dalam pembelajaran humanisme memang sangat erat kaitannya dengan motivasi belajar, sebagai seorang guru yang baik sudah selayaknya untuk selalu mendorong siswanya dalam mengenali potensi yang dimiliki.

Melalui peran motivasi belajar yang diberikan dalam pembelajaran humanisme, siswa diharapkan dapat mengenali potensi dirinya masing-masing dan dapat mengembangkannya, sehingga hal tersebut dapat membawa pengaruh positif terhadap dirinya sendiri dan juga orang disekitanya, siswa juga diharapkan mampu untuk memiliki cara pandang yang lebih luas dalam berpikir, tujuannya agar dapat tersampaikan maksud dari pembelajaran humanisme yaitu cara memanusiakan manusia.

Penulis: Nisa’ul Nur Azizah (Kader IMM UMS)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *