Hina Muhammadiyah, Kokam Jateng Minta Polisi Tindak Tegas AP Hasanuddin

 Hina Muhammadiyah, Kokam Jateng Minta Polisi Tindak Tegas AP Hasanuddin

SEMARANG-Kokam Jawa Tengah mengecam keras terkait pernyataan tak senonoh yang mengarah pada ujaran kebencian terhadap Muhammadiyah yang disampaikan oleh akun FB mengatasnamakan AP Hasanuddin.

AP Hasanuddin berkomentar di unggahan Facebook milik peneliti BRIN Prof Thomas Djamaluddin. Thomas menulis komentar terkait perbedaan Lebaran.

“Eh, masih minta difasilitasi tempat sholat Id. Pemerintah pun memberikan fasilitas,” tulis Thomas.

Status Thomas mendapat respons dari juniornya. Melalui akun AP Hasanuddin, ia menuliskan kemarahan atas sikap Muhammadiyah.

“Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian,” tulis AP Hasanuddin.

Kokam Jawa Tengah menyayangkan dan mengecam keras tindakan provokatif serta tidak senonoh tersebut, yang mencederai nilai-nilai toleransi yang ada di Indonesia.

“Menyakiti hati sesama anak bangsa, sehingga Kami menuntut klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka terhitung sejak pernyataan ini kami buat,”ungkap Komandan Wilayah Kokam Jawa Tengah, Andika melaluis rilisnya, Senin (24/4/2023).

Kokam Jawa Tengah menuntut kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengusut dan mengambil tindakan tegas berkaitan dengan permasalahan tersebut, sehingga dapat diselesaikan dengan cara Hukum sesuai dengan SE Kapolri No 6/X/2015 Tentang Ujaran Kebencian.

Lanjut Andika, meminta kepada seluruh Anggota Kokam, khususnya di Jawa Tengah , tetap menahan diri dari tindakan persekusi maupun upaya lain yang akan berakibat hukum.

“Menghimbau untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif, agar tidak mengungkapkan atau pernyataan yang akan memperkeruh keadaan.”tambahnya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, Eko Pujiatmoko meminta agar pimpinan BRIN bertindak tegas terkait pernyataan AP Hasanudin.

“Sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng, saya mendukung sepenuhnya langkah yang diambil Kokam Jawa Tengah, yang memang sudah sepatutnya berdiri terdepan dalam menjaga marwah organisasi,”ungkapnya.

Berorientasi pada kekayaan intelektual adalah sebuah keniscayaan bagi setiap peneliti BRIN, memeenuhi ruang publik melalui keanekaragaman literasi dalam setiap aspek, bukan sebaliknya, menghasut mengancam dan kekonyolan-kekonyolan intelektual yang disajikan di publik.

“Sudah sewajarnya Pimpinan BRIN mengevaluasi saudara AP Hasanudin atas kegaduhan yang dilakukannya,”pungkasnya. []

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *