Semangat Fastabiqul Khairat Menyambut Bulan Suci Ramadan

 Semangat Fastabiqul Khairat Menyambut Bulan Suci Ramadan

SUKOHARJO-Ramadhan merupakan bulan suci yang dinanti-nanti kehadirannya oleh kaum muslimin. Perintah berpuasa di bulan suci ini telah Allah Ta’ala tetapkan dalam Al Quran Surah Al Baqarah ayat 183. Perintah tersebut ditujukan kepada mereka yang beriman dengan tujuan agar menjadi hamba hamba Allah yang bertaqwa.

Dalam kajian rutin keluarga sakinah guru dan staff SD Muhammadiyah Palur hari Selasa, 21 Maret 2023 hadir Ustadz Eko Pujiatmoko, SE, M.Ak selaku pembicara dalam kajian tersebut.

Ketua PWPM Jawa Tengah ini menyampaikan betapa agung dan mulianya perintah berpuasa di bulan Ramadhan ini.

“Allah Ta’ala menegaskan bahwa Ibadah puasa yang dilakukan oleh hamba hamba-Nya yang beriman adalah untuk Allah, Allah sendiri yang langsung membalasnya,”ujarnya.

Allah pun memberikan kabar gembira kepada hamba-Nya yang berpuasa, bahwa mereka akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu, kebahagiaan disaat berbuka puasa dan kebahagiaan ketika berjumpa Rabb-nya.

Adapun bau mulut orang orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau harus minyak kesturi. Uraian diatas di dasarkan pada hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam riwayat Bukhari No. 1904, 5927 dan Muslim No. 1151.

Eko juga menyampaikan terkait jenis atau keadaan hati manusia, menurut Ibnul Qoyyim Al Jauzi. Hati manusia itu terbagi atas 3 keadaan yaitu : Hati yang sehat, hati yang mati dan hati yang sakit.

“Hati yang sehat adalah hati yang senantiasa mau menerima kebenaran dan tidak menyekutukan Allah. Adapun hati yang mati adalah hati yang menolak kebenaran dan senantiasa memperturutkan hawa nafsu,”tambannya.

Sedangkan hati yang sakit adalah hati yang berpenyakit, apabila penyakitnya lebih dominan maka ia akan cenderung menjadi hati yang mati, namun apabila kesehatannya dominan maka ia akan cenderung pada hati yang salim.

“Nah, dari sini kita bisa muhasabah diri kita ada pada hati yang mana?” tanyanya.

Dalam berlomba lomba dalam kebaikan Eko Pujiatmoko juga menyisipkan prioritas program Muhammadiyah – Aisyiyah pasca muktamar yang ke 48 di Solo, yaitu,  Muhammadiyah menyoroti kondisi saat ini dengan munculnya Reziminasi paham agama yang bersenyawa dengan oligarki.

Selanjutnya, Program peningkatan kualitas dalam keluarga muslim. Memberikan perhatian yang intens terhadap kenakalan remaja. Munculnya Fenomena tingkat perceraian yang tinggi, serta  Meningkatnya Usia penduduk yang tidak produktif.

Eko berharap SD Muhammadiyah Palur sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah ini mampu memberikan konstribusi terbaiknya untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial yang muncul saat ini.  []

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *