Haji Mamad: Jangan Lelah Berbuat Baik

 Haji Mamad: Jangan Lelah Berbuat Baik

SUKOHARJO-Kajian rutin setiap sebulan sekali keluarga Sakinah Guru dan Staff SD Muhammadiyah Palur menjadi sebuah sarana untuk menguatkan ukhuwah dan meningkatkan wawasan keilmuan agama diantara para pejuang Amal Usaha Muhammadiyah Pendidikan khususnya di SD Muhammadiyah Palur, Mojolaban.

Kali ini di hari Sabtu, 11 Februari 2023 kajian bertema “Jangan Lelah berbuat Baik” disampaikan oleh Ustadz Muhammad Tri Wibowo, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Daerah Sukoharjo.

Dalam tausyiahnya Haji Mamad (panggilan akrabnya) menyampaikan bahwa tidaklah sama antara kebaikan dan kejahatan. Hendaklah kita menolak kejahatan dengan cara yang lebih baik. Hal ini di dasarkan pada perintah Allah Ta’ala dalam Al Quran Surat Fushilat ayat 34.

“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS. Fussilat 41: Ayat 34).

“Dari sebagian besar kita mungkin sudah sering mendengar bunyi ayat di atas dan bahkan kita sering mendengarkan nasehat tersebut saat kita duduk di majelis ilmu ataupun mendengarkan di radio dan bahkan melihat dari berbagai video kajian di you tube ataupun medsos lainnya. Namun yang menjadi pertanyaan sudahkah kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,”tanyanya.

Menjadi sebuah perenungan dan refleksi diri, ketika suatu saat di dunia kerja ada diantara teman kita yang berbuat atau berkata yang membuat kita merasa terhina dan dipojokan.

Lanjut Haji Mamad, apakah kita akan membalasnya dengan perbuatan atau perkataan yang menyakitkan pula kepada dia atau bahkan membalasnya dengan sesuatu yang lebih buruk lagi untuk sekedar memuaskan hawa nafsu kita? Padahal di ayat tersebut memerintahkan kita untuk menolak keburukan dengan cara yang lebih baik.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan kembali dalam ayatnya Qur’an Surat Al Hujurot Ayat : 10 – 11 kepada orang orang yang beriman baik laki laki maupun perempuan untuk meneguhkan persaudaraan, mendamaikan orang yang berselisih, janganlah merendahkan satu sama lain, janganlah mencela diri sendiri serta janganlah memanggil dengan sebutan yang buruk.

“Ketika kita mampu melakukan hal hal diatas itu tandanya kita menjadi hamba yang benar-benar takut kepada Allah, namun ketika kita memperturutkan hawa nafsu maka termasuklah kedalam golongan orang orang yang zalim,”katanya.

Di akhir sesi Haji Mamad menyampaikan bahwa nafsu adalah motivasi yang datang dan perginya cepat.

“Sesungguhnya dorongan nafsu dapat menjadikan raja layak sebagai hamba dan karena kesabaran dapat menjadikan hamba layak sebagai raja. Tidakkah anda tahu kisah Yusuf dan Zulaikha?”

Sesungguhnya bahagialah orang yang dapat menjadikan akalnya sebagai raja dan nafsunya sebagai hamba. Dan alangkah jeleknya orang yang nafsunya menjadi raja dan akalnya menjadi hambanya.

Di akhir tausiahnya Ustadz Muhammad menjelaskan, berbuat baik itu melelahkan namun ketika kita mengambil jalan kebaikan maka Allah akan senantiasa menaungi kita dengan rahmat-Nya.

“Ketika hidup kita disibukkan dengan kebaikan itu tandanya Allah menghendaki kebaikan pada diri kita. Maka jangan merasa lelah berbuat baik,”pungksnya. []

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *