ITMAM Berkunjung ke Pondok Pesantren di Wilayah NTB

 ITMAM Berkunjung ke Pondok Pesantren di Wilayah NTB

JAKARTA-Ittihadul Alma’ahid Muhammadiyah (ITMAM) PP Muhammadiyah atau Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia melakukan kunjungan ke pondok pesantren di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (7/2/2023).

“Kunjungan silaturahim tersebut dilakukan ITMAM dalam rangka kerja sama syiar pengembangan pondok pesantren,”ujar Ketua ITMAM, KH. Yunus Muhammadi.

Kunjungan pertama ke Boarding School Muallimin Muhammadiyah yang berada di Lombok NTB.

KH. Yunus Muhammadi menjelaskan, Pontrenmu ini mengawali tahun 2017 hanya dengan santri 6 anak. Hebatnya pada tahun ke 6 ini 6 anak tersebut masih terus berlanjut, hanya 1 anak yang keluar kemudian diganti anak yang lain. Luar Sekarang sudah punya 140 anak padahal baru putra dan kelas 7 sudah paralel 2 lokal.

“Karena ingin menguatkan outputnya terutama dalam tafaqquh fiddin dan tahfidz nya maka pontrenmu ini berani memberikan porsi pelajaran agama lebih banyak dari porsi pelajaran umumnya, sebuah nyali yang luar bisa. Nyali seperti ini juga perlu dimiliki oleh pontrenmu yang lain,”ujarnya.

Mudir pontrenmu ini adalah Dr.Zainudin, Doktor yang masih mau ngurusi santri, bahkan beliau beserta keluarga siap muqim di dalam pontrenmu ini, sebuah pengorbanan yang luar biasa.

“Selamat kepada ust Dr.Zainudin dan semua asatidznya, lanjutkan Insyaallah pontrenmu ini akan mampu berkembang menjadi pontrenmu yang besar. Juga terima kasih kepada  Ustadz Dr. Zainudin telah ngantar saya ke proyek raksasa sirkuit Mandalika,”tambahnya.

Lanjut, KH. Yunus selanjutnya adalah berkunjung ke Panti Asuhan dan Pondok pesantren Selong, Lombok Timur.

MBS ini merupakan pengembangan dari panti asuhan saat ini masuk tahun ke 2. Santri berjumlah 110 anak (yang 80 anak adalah anak panti dan yang 30 anak adalah santri berbayar).

Penempatan kamar, kelas dan menu makanan sudah tidak lagi dibedakan, sudah hampir sama dengan Al-Mizan Lamongan.

“Kepada Ustadz Kholid dan PDM Lombok Timur sudh saya rekomendasikan studi banding ke Panti Asiuhan dan Pondok Pesantren Al-Mizan Lamongan. Memang masih ada beberapa hal yng harus direformasi. Monggo Ustadz Kholid terus berjuang sehingga ke depan bisa menjadi MBS yang besar,”ungkapnya. []

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *