Tim Asistensi Muktamar Berikan Tips Agar Penggembira Rasakan Aman dan Nyaman Selama Bermuktamar

 Tim Asistensi Muktamar Berikan Tips Agar Penggembira Rasakan Aman dan Nyaman Selama Bermuktamar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Antusiasme warga Persyarikatan untuk menghadiri Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta cukup tinggi. Diperkirakan, bakal ada tiga juta penggembira yang hadir di Surakarta.

Agar para penggembira merasakan aman dan nyaman selama bermuktamar dari tanggal 18-20 November 2022, anggota Tim Asistensi Muktamar bidang keamanan, Iwan Setiawan pun berbagi sekian tips.

Dalam Gerakan Subuh Mengaji, Kamis (13/10), Iwan menyarankan agar penggembira datang secara berkelompok/rombongan dan mendaftar ke panitia. Iwan juga berpesan agar para penggembira datang selambat-lambatnya pada hari Jumat tanggal 18 November. Sebab, jika para penggembira datang pada tanggal 19, kendaraan mereka diperkirakan sudah tidak bisa masuk ke Surakarta.

Untuk diketahui, pembukaan Muktamar sendiri dilaksanakan pada 19 November di Stadion Manahan Solo. Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan hadir. Pintu gerbang stadion sendiri akan dibuka sejak pukul 6 sampai pukul 7. Meski undangan di dalam stadion terbatas, panitia kata Iwan telah menyiapkan sejumlah videotron di luar stadion. Acara pembukaan juga bakal disiarkan TVRI.

Selanjutnya, Iwan Setiawan berpesan agar penggembira tidak membawa barang berharga seperti perhiasan. Penggembira justru disarakankan membawa dokumen seperti KTP, kartu BPJS, dan semisalnya.

Sebelum pembukaan tanggal 19, para penggembira kata Iwan sudah bisa menikmati sajian Muktamar seperti bazar dan expo yang digelar di D’Tjolomadu dari tanggal 17-21. Selain itu, tanggal 18 juga digelar malam Mangayubagyo bertepatan dengan milad Muhammadiyah.

Panitia juga menyiapkan 3 tour bagi penggembira selama Muktamar. Tour itu antara lain Tour Cabang Ranting, Tour AUM, dan Muhammadiyah trip story atau napak tilas Muhammadiyah.

Untuk kemananan, panitia juga membentuk Tim Sapamu (Satuan Pengamanan Muktamar Muhammadiyah ke-48) yang terdiri dari KOKAM, Tapak Suci, Keamanan Kampus, dan masyarakat sekitar kampus.

“Secara prinsip Muktamar aman dan nyaman ketika sudah kita siapkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Iwan.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *